Kerusakan Waduk Penjalin .ppt
Dua waduk dan tujuh bendungan di pantura (pantai utara) semakin kritis. Rata-rata ketersediaan air di tujuh bendung tersebut hanya mencukupi 36 persen hingga 88 persen kebutuhan air dari areal yang dialirinya. Agar ketersediaan air mencukupi, pengeluaran air harus dihemat. kondisi Waduk Cacaban di Kabupaten Tegal dan Waduk Malahayu di Kabupaten Brebes semakin kritis. Elevasi dan volume air di kedua waduk tersebut semakin menyusut. Kedua Waduk tersebut mengairi lahan di wilayah Brebes, seluas 12.486 hektar.
Selain dua waduk tersebut, Waduk Penjalin yang ada di Brebes juga mulai dibuka. Waduk Penjalin dibuka apabila ketersediaan air di bendung Notog (bendung di bawahnya) sudah tidak memadai. Selain itu, dibukanya Waduk Penjalin karena adanya proyek pembangunaan beton di tengah bendungan. Agar ketersediaan air masih mencukupi untuk pengairan, saat ini pengeluaran air mulai dihemat. Petani juga mulai menggunakan sistem gilir. Prioritas diberikan kepada petani yang mengikuti pola tanam, serta lahannya sudah benar-benar kering.
Tingkat Sedimentasi
Elevasi di Waduk Penjalin, 339,46 meter dpl dengan volume 7.735.000 meter kubik. Menurut Dasirun, pihaknya pada Rabu (11/10) telah menerima permintaan dari Kabupaten Brebes untuk mengeluarkan air dari Waduk Penjalin untuk dialirkan ke Bendung Notog. Sebab, ketersediaan air di Bendung Notog sudah berkurang.
"Rata-rata pengeluaran air di Bendung Notog 6 meter kubik/detik. Tapi, kemarin tinggal 3,5 meter kubik/detik. Oleh karena itu, untuk mencukupi ketersediaan air, Pemkab Brebes minta agar Bendung Notog dapat dialiri dari Waduk Penjalin sebesar 2,5 meter kubik/detik," katanya.
Dijelaskannya, rencana pengaliran air akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap I pada 15 Juli hingga 31 Juli sebanyak 2,5 meter kubik/detik dan tahap II mulai 12 Agustus hingga 21 Agustus. Untuk tahap II ini, menurut Dasirun, air yang dikeluarkan hanya 2 meter kubik/detik. Pengurangan ini dilakukan untuk menghemat air.
"Pada Agustus akan banyak kegiatan seperti kemah dan acara tujuh belasan. Kalau dikeluarkan 2,5 meter kubik/detik, akan berpengaruh pada sumur warga sehingga warga akan kesulitan air," tegasnya.
Makalah Kerusakan Waduk Penjalin .pdf
Senin, 15 November 2010
Tsunami
Tsunami
Tsunami (bahasa Jepang: 娲 ユ 尝 (tsunami). 'Gelombang pelabuhan'; pengucapan bahasa Inggris: / sunami / atau / tsunami /) atau gelombang pasang surut adalah serangkaian gelombang air (disebut gelombang tsunami kereta) yang disebabkan oleh perpindahan dari suatu volume besar dari tubuh air seperti laut atau danau besar. Tsunami adalah sering terjadi di Jepang, sekitar 195 kejadian telah dicatat. Karena besar volume air dan energi yang terlibat, tsunami dapat menghancurkan daerah pesisir.
Beberapa kondisi meteorologi, seperti depresi mendalam yang menyebabkan badai tropis, dapat menghasilkan gelombang badai, yang disebut meteotsunami, yang dapat meningkatkan pasang surut beberapa meter di atas tingkat normal. perpindahan berasal dari tekanan udara rendah di pusat depresi. Seperti badai lonjakan ini mencapai pantai, mereka mungkin mirip (walaupun tidak) tsunami, menggenangi daerah luas tanah. Seperti gelombang badai terendam Burma (Myanmar) pada Mei 2008.
Kebanyakan tsunami dihasilkan oleh gempa bumi bawah laut Tsunami dapat dihasilkan ketika batas lempeng konvergen atau merusak tiba-tiba bergerak dan secara vertikal menggantikan air di atasnya. Sangat tidak mungkin bahwa mereka dapat terbentuk di divergen (konstruktif) atau batas lempeng konservatif. Hal ini karena batas konstruktif atau konservatif umumnya tidak mengganggu perpindahan vertikal kolom air. gempa bumi zona subduksi terkait menghasilkan mayoritas tsunami.
BATUAN DAN JENISNYA
Batuan, Beku, Sedimen dan Metamorf
Batu adalah sejenis bahan yang terdiri daripada mineral dan dikelaskan menurut komposisi mineral. Pengkelasan ini dibuat dengan berdasarkan:
a. Kandungan mineral yaitu jenis-jenis mineral yang terdapat di dalam batu ini.
b. Tekstur batu, yaitu ukuran dan bentuk hablur-hablur mineral di dalam batu;
c. Struktur batu, yaitu susunan hablur mineral di dalam batu.
d. Proses pembentukan
Batu-batu secara umum biasanya dibagi menurut proses yang membentuknya, dan dengan itu dipecahkan kepada tiga kumpulan yang besar yaitu:
a. Batuan sediment ( sediment rock)
b. Batuan Beku (Igneus Rock)
c. Batu Metamorf (Metamorfis Rock)
Batu adalah sejenis bahan yang terdiri daripada mineral dan dikelaskan menurut komposisi mineral. Pengkelasan ini dibuat dengan berdasarkan:
a. Kandungan mineral yaitu jenis-jenis mineral yang terdapat di dalam batu ini.
b. Tekstur batu, yaitu ukuran dan bentuk hablur-hablur mineral di dalam batu;
c. Struktur batu, yaitu susunan hablur mineral di dalam batu.
d. Proses pembentukan
Batu-batu secara umum biasanya dibagi menurut proses yang membentuknya, dan dengan itu dipecahkan kepada tiga kumpulan yang besar yaitu:
a. Batuan sediment ( sediment rock)
b. Batuan Beku (Igneus Rock)
c. Batu Metamorf (Metamorfis Rock)
Langganan:
Postingan (Atom)

